Langsung ke konten utama

Spesial Hari Sumpah Pemuda: Ikrar Sumpah Pemuda dalam Perspektif Al-Qur’an dan Fungsi Bahasa

Spesial Hari Sumpah Pemuda: Ikrar Sumpah Pemuda dalam Perspektif Al-Qur’an dan Fungsi Bahasa

 


Hari Sumpah Pemuda jatuh pada tanggal 28 Oktober tiap tahunnya, Sumpah pemuda merupakan berkumpulnya para pemuda di Indonesia dalam menyatukan para pemuda demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Sebelum terjadinya Sumpah Pemuda, para pemuda Indonesia masih bergerak sendiri-sendiri yang bersifat kedaerahan dalam memperjuangkan kemerdekaan, belum ada rasa persatuan dan kesatuan sehingga kekuatan dalam perlawanan masih belum cukup disebabkan terpecahnya kekuatan. Namun, dimomentum Kongres Sumpah Pemuda ini, para pemuda diseluruh Indonesia berikrar untuk bersatu dan menjaga kesatuan dalam melawan penjajahan dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia pada saat itu.

Namun, lambat laun hingga saat ini, persatuan pemuda nampaknya mulai berkurang, ada banyak yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya di dalam Islam itu adanya ajaran yang bersifat doktrin yang dilakukan oleh segelintir orang. Ajaran ini mengajak umat Islam terutama pemuda, untuk terfokus terhadap ritual saja, seperti salat, puasa, zakat, dan lainnya yang berkaitan dengan ibadah mahdhoh. Hal ini menggiring pemuda untuk fokus ke ritual, dan tak memperdulikan masalah negara, ekonomi, politik, persatuan dan kesatuan, pembangun masyarakat dan masalah lainnya yang berkaitan dengan negara dan sosial kemasyarakatan. Padahal ajaran Islam itu tak hanya ritual saja, tetapi sangat luas.

Hal ini membuat Islam menjadi agama yang sempit, bahkan sampai dikaitkan dengan terorisme, radikalisme, konservatif, agama yang tak peduli negara, agama yang individualis, dan banyak lagi. Padahal Islam itu sangat luas dan kompleks, Islam mengajarkan tentang ekonomi, berhubungan dengan masyarakat (muamalah), menjaga kedamaian, persatuan dan kesatuan, menyuruh menegakkan ma’ruf dan nahi munkar dalam kehidupan sosial, mengajarkan politik, keadilan yang orientasinya untuk kemaslahatan bersama, bukan diri sendiri (Rahmatan Lil’alamiin).

Lantas, bagaimana kaitannya Ikrar Sumpah Pemuda ini dengan Al-Qur’an ? Al-Qur’an menggunakan bahasa yang universal, secara tekstual memang Al-Qur’an tak menyinggung Ikrar Sumpah Pemuda, namun secara substansi dan kontekstual, Al-Qur’an menyinggung tentang persatuan dan kesatuan. Berhubungan dengan baik antar sesama, cinta tanah air, yang menjadi nilai substansi dari Ikrar Sumpah Pemuda.

IKRAR SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia,

mengaku  bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia,

Mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia,

menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

 

Cinta Tanah Air

Ikrar pertama dalam sumpah pemuda ialah, menumbuhkan rasa cinta tanah air, mengapa? Karena dalam mewujudkan tujuan, kita harus mencintai apa yang kita tuju, agar diharapkan dalam memperjuangkannya dengan penuh perjuangan dan pantang menyerah walaupun dalam mewujudkannya, banyak sekali tantangan, hambatan serta kemenderitaan. Kita bisa menerima apapun konsekuensinya. Sehingga cinta tanah air memberikan rasa semangat pemuda yang bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka.

Dalam Al-Qur’an, Tanah air, negara disinggung dengan kata Al-Balad, misalnya permohonan Nabi Ibrahim agar negeri yang ditempati menjadi negeri yang aman (Al-Baqarah: 126), dan juga pentingnya memiliki cita-cita mulia akan adanya negara yang baik di bawah ampunan Allah SWT, (Saba’: 15). Balad atau Baldah  memiliki arti negara, tanah air, daerah atau wilayah tertentu. Menurut Ibnu Faris, dalam Mu’jam Maqayis al-Lughah, secara bahasa kata baldah berarti dada. Dari kata baldah juga, muncul kata taballada dan mubaladah yang bisa berarti “berperang” untuk membela dan mempertahankan tanah air yang ditempati.

Seolah mereka harus berani pasang dada (baldah) untuk membela negaranya. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa term al-balad dan al-baldah dalam Al-Qur’an mengandung pesan bahwa adanya kecintaan terhadap tanah air atau negeri yang menuntut  penduduknya untuk membela dan mempertahankan hak-haknya dari siapa saja yang hendak merenggutnya, dan upaya membela negara, termasuk Jihad Fi Sabilillah karena mempertahankan negara, di dalam negara ada rakyat, ada agama, ada kepentingan maslahat bersama.

Hal ini sejalan dengan ikrar pertama, menumbuhkan cinta tanah air, membuat penduduknya berjuang habis-habisan untuk kemerdekaan Indonesia, adanya kepedulian terhadap keadaan Indonesia, adanya sikap untuk bersatu demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur, serta ikut bersumbangsih dalam pembangun masyarakat thoyyibah di Indonesia. Dan semua itu diajarkan dalam Islam, yang mengedepankan Rahmatan lil’alamiin.

 

Menjaga hubungan yang baik dalam berbangsa

Dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia, tidak cukup dengan cinta tanah air, kita juga harus menjaga hubungan antar sesama dalam berbangsa, hal ini akan mudah untuk bersatunya dalam satu tujuan, tidak tercerai berai yang akan menimbulkan kemudhorotan dalam suatu negara. Hal ini lah yang tertuang dalam ikrar kedua, satu bangsa Indonesia, karena Indonesia yang majemuk, pasti perbedaan, perpecahan itu sangat mungkin terjadi, sehingga para pemuda setuju untuk satu bangsa, bergerak satu tujuan tanpa memandang suku, agama, ras, adat, bahasa, yang terpenting mewujudkan kemerdekaan Indonesia, itulah tujuan saat itu. Salah satu caranya ialah menjaga hubungan yang baik dalam dinamika keberagaman.

Dalam Al-Qur’an, bangsa disebut dengan kata syu’ub kata plural dari sya’b, disebut dalam al-Hujurat ayat 13. Kita diperintahkan oleh Allah suruh saling mengenal, dengan mengenal kita bisa membuka relasi yang lebih luas, tanpa memandang latar belakang yang berbeda. Bangsa terbentuk karena adanya unsur-unsur persamaan seperti asal-usul, keturunan, sejarah, cita-cita atau tujuan. Adanya rasa kebersamaan dan sepenanggungan dalam konteks sumpah pemuda, adanya rasa sama-sama merasakan penjajahan, dan ingin mewujudkan kemerdekaan Indonesia, ingin lepas dari penjajahan.

Dengan diperintahkan Allah untuk saling mengenal, kita bisa saling memahami satu sama lain, bisa saling mencinta dan berkasih sayang antar sesama. Rasa cinta kasih ini teraktualisasi oleh pemuda Indonesia dalam perasaan senasib dan sepenanggungan, harga diri, kesetiaan, bekerjasama dan saling bahu membahu dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya. Berjuang bersama-sama dari sabang sampai merauke untuk melawan segala bentuk penjajahan demi membela harkat dan martabat negara Indonesia.

Bagaimana persatuan dan kesatuan itu bisa terbentuk apabila kita tidak saling mengenal, dan hubungan kita tidak baik? Malah akan terjadi rasa canggung, bahkan terjadi perpecahan dan tercerai berai dalam berbangsa, yang membuat negara itu rusak dari dalam. Allah pun melarang kita untuk tafarruq, terpecah belah dalam surat Ali Imran ayat 103.

Dengan persatuan dan kesatuan inilah, yang terbentuk dari hubungan baik antar elemen masyarakat mampu membawa Indonesia merdeka, bisa melawan musuh yang banyak sebagaimana perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabat dalam perjuangan membela Islam dan mempertahankan Madinah agar selalu menjadi kota yang aman, terhindar dari perpecahan dan ancaman.

 

Bahasa sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Dalam ikrar ketiga, pemuda sepakat untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia, mengapa? Apa kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia? Menurut analisis penulis, bahasa Indonesia mampu menjadi alatnya dalam pemersatuan para pemuda. Dalam merancang strategi, dalam komando satu gerak, diperlukan komunikasi yang baik. Karena peran komunikasi menjadi penting dalam terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

Misal, dalam sebuah forum, terdapat keberagaman bahasa daerah dari masing-masing peserta, jika masing-masing peserta menggunakan bahasa daerahnya, bagaimana peserta lain akan paham terhadap apa yang disampaikannya, malah akan menimbulkan kesalahpahaman antar peserta, bisa jadi ada kata-kata di dalam bahasa daerahnya itu maksudnya baik, tetapi dalam bahasa daerah lain mengartikannya itu hal yang buruk, akibatnya terjadinya perselisihan bukan kesatuan. Dengan bahasa Indonesia, pasti semua paham dengan apa yang dikatakan, tidak ada kesalahpahaman, dan sifatnya menyatukan bahasa dari banyaknya bahasa-bahasa daerah. Menjunjung juga memiliki arti, mengutamakan bahasa Indonesia, di atas bahasa daerah.

Sehingga, dengan bahasa Indonesia bisa memudahkan dalam perjuangan melawan penjajah. Ketika merancang sebuah strategi, diperlukan komunikasi yang bisa dipahami agar strategi itu bisa tersampaikan dengan baik. Dalam hal ini, dengan bahasa Indonesia, para pejuang bisa memahami strategi dalam melawan penjajah yang disampaikan oleh pemimpinnya, sehingga tidak adanya salah paham, tidak ada perselisihan, adanya persatuan yang solid dari komunikasi yang baik dengan bahasa Indonesia dan terwujud kemerdekaan Indonesia.

 

Penutup

Dalam merumusukan kemerdekaan Indonesia, ada 3 faktor yang harus terpatri dalam pemuda Indonesia, yaitu adanya rasa cinta tanah air, hubungan yang baik antar sesama rakyat Indonesia sebagai bangsa Indonesia, dan adanya komunikasi yang baik dengan menjunjung bahasa Indonesia. 3 hal ini yang mampu membentuk persatuan dan kesatuan Indonesia, membuat para pemuda itu berjuang habis-habisan, totalitas dan pantang menyerah demi terwujudnya Indonesia yang merdeka serta Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Di konteks kita saat ini, pemuda harus memiliki 3 hal itu juga, dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ditambah pendasaran agama yang rasional, dengan ini para pemuda tak tergoyahkan dalam arus radikal, arus liberalisme, acuh terhadap negara, karena para pemuda menjadi harapan negara Indonesia, maju atau tidak nya suatu negara tergantung pemudanya. Pemuda memiliki fisik yang kuat, pikiran yang jernih, waktu yang banyak, mari semua itu didaya gunakan untuk kepentingan negara, kepentingan agama dalam asas kemaslahatan bersama, bukan sendiri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah membuat kita lahir di Indonesia.

Pemuda peduli terhadap keadaan Indonesia, peduli ikut andil dalam pembangunan masyarakat thoyyibah, kita satukan berbagai bidang yang berbeda-beda untuk memberikan keseimbangan dalam sektor-sektor kehidupan di Indonesia, itulah masyarakat thoyyibah. Dalam Islam pun diajarkan tentang membela negara dengan adanya konsep jihad, cinta tanah air, kepedulian sosial, dan menjaga hubungan yang baik dalam berbangsa. Islam tidak hanya ritual saja, jangan berislam secara parsial (sebagian di jalani, sebagian tidak karena tidak sesuai dengan kepentingannya).

Kini, saatnya kita lanjutkan perjuangan, berikan karya terbaik, demi Indonesia bangkit, kemajuan Indonesia ada di pundak kita, dengan setiap usaha, konsistensi dan perjuangan kita, bukan tak mungkin Indonesia bisa menjadi negara yang adidaya, negara yang merdeka dari segala penjajahan kebodohan, negara yang diselimuti persatuan bangsa yang majemuk. Negara yang kaya dengan ribuan bahasa, beragam suku, bangsa dan agama, dengan para pemuda yang tak takut jatuh tersungkur. Mari bersatu, bangkit, karena kitalah pemuda Indonesia; mesin-mesin pencetak adikarya, demi Indonesia maju, berjaya dan sejahtera (Sujud Setiadi).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maktabah Syamilah: Download dan Cara Install

  Maktabah Syamilah: Download dan Cara Install     Sesuai dengan namanya, maktabah artinya perpustakaan. Syamilah artinya lengkap. Dengan kata lain, Maktabah Syamilah ini semacam perpustakaan digital islami (Islamic Digital Library). Aplikasi kumpulan kitab lengkap, kitab-kitab terkumpul menjadi satu dalam software ini. Muassasah al-Maktabah asy-Syamilah mulai mengembangkan perpustakaan digital Maktabah Syamilah ini pada bulan April 2005. Al-Maktabah asy-Syamilah ini disinyalir sebagai aplikasi kitab kuning terbaik hingga saat ini. Menariknya, aplikasi kitab kuning digital ini dapat didownload secara GRATIS di website resminya, shamela.ws.( https://www.dakwah.id/gratis-download-maktabah-syamilah-terbaru-update-oktober-2020/ ) Maktabah Syamilah sudah sangat dikenal di kalangan pesantren, akademisi dan cendekiawan muslim karena dalam software ini tergabung beragam kitab ulama islam klasik dan kontemporer disusun perkategori: 1.      Kitab...

Sesuai Kesanggupanmu dalam Berkarya

Sesuai Kesanggupanmu dalam Berkarya Yang sekarang bisa dilakukan oleh setiap manusia--dan Allah mengatakan-- la yukallifullah nafsan illa wush'aha .  Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka, tidak penting apakah anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa anda kena najis, yang lebih penting adalah, apakah anda terus berenang ke tengah lautan najis atau anda berenang ke pinggir mencoba untuk menghindarinya. Mungkin sampai mati anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas dari najis. Tapi Allah melihat usaha anda untuk menghindari najis, menurut saya itulah nilainya. Yang penting, dalam keadaan apapun, hujan atau kemarau, ekonomi sedang krisis atau sejahtera, gelap atau terang, tetap berlaku baik, tetap berlaku lembut, tetap berlaku penuh kasih sayang, tetap berlaku untuk menciptakan keseimbangan, dan tetap membuat karya yang kamu sanggup melakukan. Jika kita mengikuti  Sunatullah  dalam berkarya, proses kita ...

Sikap Moderasi dalam Kehidupan Bernegara

  Sikap Moderasi dalam Kehidupan Bernegara   Kita tahu sendiri, sebagai orang Indonesia yang beragama Islam, kita harus bersikap moderasi dalam kehidupan kita. Indonesia merupakan negara yang majemuk, negara yang isinya berbagai suku, berbagai Agama, berbagai ras, berbagai bahasa, berbagai adat dan budaya, Indonesia itu beragam, tidak hanya condong ke salah satu saja. Sikap moderasi lah yang tepat dalam bersikap bagi Muslim dalam berkehidupan di Indonesia ini. Apa itu moderasi ? Bagaimana langkah penerapannya ? Yuk disimak pemabahasannya. Moderasi memiliki makna pilihan dalam cara pandang, sikap dan perilaku yang tengah-tengah di antara berbagai pilihan, selalu bertindak adil, seimbang, tidak ekstrim dan berlebihan dalam beragama. Moderasi merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan dalam beragama (Riski Gunawan, dalam Talk show Moderasi Beragama ). Umat Islam itu merupakan umat yang tengah, umat yang wasathiyyah sebagaimana dalam firman Allah yang berada di teng...