Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Benci, Tetapi Tetap Adil: PESAN LANGIT!

  Benci, Tetapi Tetap Adil: PESAN LANGIT! Kali ini,kami membahas mengenai pesan langit, pesan yang sangat sulit di lakukan, apa itu ? Benci, tetapi tetap adil. Luar biasa bukan ? Jika masih bingung maksudnya apa, kami akan kasih contoh simple, misalnya kamu menjadi saksi, menentukan suatu pihak, mana yang benar dan salah, yang kamu saksikan itu ada teman kamu yang seagama dengan kamu, dan teman dekat kamu dan juga ada orang yang kamu benci serta beda agama dengan kamu, namun orang yang kamu benci ini adalah orang yang benar, maka kamu harus berlaku adil, kamu bersaksi bahwa orang yang kamu benci itu adalah yang benar, walaupun kebencian kamu Sudah mencapai ubun-ubun (Al-baghd Al-Syadid). Bagaimana? Sulit bukan untuk menerapkan nya ? Kuy langsung aja simak pembahasan lainnya di bawah ini, semoga kalian lebih mengerti lagi dan bermanfaat. Salah satu hal yang membuat saya kukuh mengimani bahwa Al Qur'an itu bukan buatan manusia, melainkan merupakan pesan ilahi yang kandungan ayatn...

The Inspirator: Tulus dalam Berkarya

  The Inspirator: Tulus dalam Berkarya Aku bertemu dengan banyak orang yang menginspirasi, and you know justru mereka adalah orang yang gak pernah memikirkan betapa inspiratifnya mereka, betapa hebatnya mereka, betapa tenarnya mereka. ENGGAK! Gak pernah tuh mereka mikirin wih followers gue udah 3 juta dong, liat nih enggagment gue naik 80% , lu liat gak komentar di postingan gue? Semuanya pujian :D,  emang gue inspiratif banget, buktinya tulisan-tulisan gue, video-video gue banyak yang nge-share.  Asli Mereka Gak Gitu! Justru mereka adalah orang-orang yang ikhlas memberikan seluruh tenaga, fikiran, waktu, harta yang mereka miliki untuk kepentingan orang lain. Laaaah kita, ilmu kagak ada,inspiratif juga enggak, pencitraan doang yang keren. Kita sibuk banget mikirin pengen dibilang orang hebat, pengen dibilang orang keren, pengen dibilang orang inspiratif, pantesan aja kita gak pernah bener-bener bisa menginspirasi. Jadi mulai sekarang, nulis mah nulis aja, bu...

Memahami Islam Secara Tekstual dan Kontekstual

  Memahami Islam Secara Tekstual dan Kontekstual Memahami Islam tidak cukup hanya lewat teks, tetapi juga harus memahami konteks. Keduanya harus dipahami dan tidak bisa ditinggalkan. Kalau Anda melulu melihat teks, Anda akan terpaku dengan teks dan memutar kembali jarum sejarah ke zaman unta. Kalau Anda hanya berpegang pada konteks dan melupakan teks, Anda akan seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Sebaik-baik urusan itu yang berada di tengah: memahami teks sesuai konteksnya. Kalau ini yang Anda lakukan, Anda dapat mempertahankan nilai lama yang masih relevan dan terus membuka diri untuk menerima ide dan gagasan baru yang lebih baik. Inilah pegangan para kiai di pesantren: الْمُحَافَظَةٌ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحِ وَالأَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الأَصْلَحِ “Mempertahankan nilai lama yang masih relevan, dan membuka diri untuk menerima ide atau gagasan baru, yang lebih baik” Para kiai itu tidak literal dan juga tidak liberal. Dengan menguasai qawaid ushuliyah dan qawa'id...