The Inspirator: Tulus dalam Berkarya
Aku bertemu dengan banyak orang yang
menginspirasi, and you know justru mereka adalah orang yang gak pernah
memikirkan betapa inspiratifnya mereka, betapa hebatnya mereka, betapa tenarnya
mereka.
ENGGAK!
Gak pernah tuh mereka mikirin wih followers
gue udah 3 juta dong, liat nih enggagment gue naik 80% , lu liat gak komentar
di postingan gue? Semuanya pujian
:D, emang gue inspiratif banget, buktinya tulisan-tulisan gue,
video-video gue banyak yang nge-share.
Asli Mereka Gak Gitu!
Justru mereka adalah orang-orang yang ikhlas memberikan seluruh
tenaga, fikiran, waktu, harta yang mereka miliki untuk kepentingan orang lain.
Laaaah kita, ilmu kagak ada,inspiratif juga enggak, pencitraan
doang yang keren. Kita sibuk banget mikirin pengen dibilang orang hebat, pengen dibilang
orang keren, pengen dibilang orang inspiratif, pantesan aja kita gak pernah
bener-bener bisa menginspirasi.
Jadi mulai sekarang, nulis mah nulis aja, buat
video ya buat video aja, berkarya mah berkarya aja gak usah peduli sama
like,koment, followers,engagment, karena itu bukan tujuan kita, tujuan kita
melakukan itu untuk berdakwah, untuk Allah, bukan yang lain.
Kalau kamu mau jadi orang sukses,maka
milikilah kebiasaan orang-orang sukses. Kalau kamu mau masuk syurga, maka
milikilah kebiasaan orang-orang sholeh. Kalau kamu mau jadi orang yang
inspiratif, maka milikilah kebiasaan orang-orang yang inspiratif. Dan salah
satu caranya adalah tidak melihat betapa sukses, betapa sholeh dan betapa
inspiratifnya kita, lakuin aja terus karena Allah.
Di dunia ini ada banyak sekali orang-orang
hebat yang tetap bertahan, berusaha keras untuk menghentikan bulir air agar
tidak menetes dan terlihat oleh semesta. Lubuk hatinya rapuh, menyimpan banyak
sayatan kekecewaan. Ia berusaha tegar dan terlihat kuat di hadapan orang lain.
Meski di balik ekspresi bahagianya itu menyimpan duka dan masalah yang mencoba
ia tutupi. Tidak ingin terlihat dan dirasakan oleh orang lain, ia ingin
menyelesaikan masalah dengan berdoa dan bersabar. Mencurahkan semuanya
kepada-Nya. Mencari solusi atas permasalahan tidak masalah, tapi jangan pernah
berhenti untuk mendekat kepada-Nya. Jawabannya akan hadir dikala kita mampu
ikhlas untuk menerima segala ketetapan yang ada.
Berhentilah mengeluh, hidupmu harus dijalani
dengan takaran yang sudah Allah atur dengan porsi dan kemampuan kita untuk
menghadapinya.
Sadarkah kita bahwa masalah datang membuat
kita harus bisa bertanya mengapa? Mungkin saja Allah tengah menegur kita, ingin
kita kembali meluruskan niat dan membersihkan diri kita. Perbanyaklah bersyukur
jika ingin hidupmu bahagia.
Masalah akan selalu hadir dalam hidup ini,
membuat kita semakin belajar, mengerti dan memahami arti waktu dan setiap
peristiwa yang terjadi. Setiap yang datang akan pergi. Setiap pertemuan
terkadang tidak untuk bersatu, melainkan saling merelakan. Disitulah rasa
ikhlas kita di uji. Setiap cerita menyimpan hikmah, alurnya berbeda namun akan
berulang. Begitu pun dengan setiap makhluk yang memiliki ujiannya
masing-masing. Maka bersabarlah dan tetaplah berada dalam kebenaran.
Jadi, selamat berdakwah ya,selamat berkarya.
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat)....” (QS Al-Hasyr:
18)
Berkaryalah
Walaupun manusia tak mendukung, tak mengapresiasi, bahkan tak menghargai
dan meremehkan
Ingatlah, Tuhan tak pernah menyiakan apa yang diperbuat hambaNya
Berkaryalah
Walaupun manusia tak tahu apa yang kita perbuat, niat kita apa dalam
berkarya
Ingatlah, Tuhan tau apa yang kamu perbuat dan niatmu apa
Berkaryalah
Tanpa mengharap penilaian dan pujian dari manusia
Ingatlah, penilaian dari Tuhanlah yang diharapkan
Berkaryalah
Bukan masalah banyaknya materi yang kita dapat
Ingatlah, seberapa besar kontribusi kamu dalam pembangunan masyarakat
Berkaryalah
Bukan masalah menang atau kalah, bukan masalah menghalalkan segala cara
Ingatlah, yang terpenting ialah totalitas dan dedikasi dalam jalan
kebenaran
Dan dalam kebermanfaatan sesama, membangun masyarakat thoyyibah
Berkaryalah
Jalannya kadang tak mulus, penuh tantangan, terkadang berat dan penuh isak
tangis
Ingatlah, disitulah kenikmatannya, apakah kamu tetap berjuang di jalan
kebenaran
Atau kamu mundur tak kuat menahan perihnya kenikmatan?
“Ketika perjuanganmu tak dihargai, keberadaanmu tak
dianggap, keadaanmu tak diperdulikan, kebenaran sudah terasa asing, disitulah
ketulusan dalam berkarya diuji, Ya Allah, lantas kepada siapa lagi hamba
kembali selain kepadaMu”
(Akmad Sofvian, 10 Desember 2021)
Pada akhirnya
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebarat dzarahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (99:7-8)
Ditulis oleh Rizki Nurul Hasanah dalam https://rizkinurulhsnh.blogspot.com/
Komentar
Posting Komentar